Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

BIBLIOTERAPI DALAM FILM DILAN 1990

     Merujuk pada survei Perpustakaan Nasional RI dalam (tempo.co) mencatat 90 persen penduduk Indonesia yang berusia diatas 10 tahun (dapat disebut remaja keatas) lebih gemar menonton dibanding dengan membaca buku. Dapat diartikan bahwa sebagian besar orang Indonesia lebih mudah menyerap suatu informasi jika berbentuk tayangan visual. Masuk keranah biblioterapi, Hugh Crago (Peter Hunt, 2005: 180) dalam Masril, (2011) mengemukakan bahwa “ Bibliotherapy adalah salah satu dari berbagai metode untuk membantu seseorang dalam mengatasi kesulitan emosional. Bibliotherapy merupakan modalitas teraupatik (seperti juga dalam terapi seni, terapi okupasi, atau terapi dansa yang dikembangkan khusus untuk memenuhi kebutuhan pasien yang dianggap seluruhnya atau sebagian di luar jangkauan metode psikoterapi utama), namun harus realistis. Bibliotherapy ini mencakup teks bukan buku seperti bercerita dan melihat narasi visual seperti film dan gambar, termasuk studi sastra yang sudah d...