Aku si Hipokrit
Perkenalkan, aku si hipokrit. Dan lihat, kain hijabku terurai panjang menutupi tubuh mengikuti anjuran islam, dan sebagaimana perintah ibu. Status sosmedku, tulisan-tulisanku begitu islamiah seperti mengisyaratkan religiositasku amat tinggi. Tak lupa wejangan-wejangan, mulus aku berikan pada si pelaku kefasikan. Tuturan seperti yang mengiyakan akulah yang benar! Padahal diam-diam? dengki, angkuh, iri, bertunas dalam hati. Jelaslah aku si pendosa lugu itu. Hipokrit, bukan? Shalat, puasa, zakat, ibadah-ibadah lainnya aku lakukan tanpa dulu mencari tahu. Intinya, " Ah yang pentingkan sudah aku kerjakan ". Melahap ilmu agama pun tinggal aaammm ammm amm tanpa mencari tahu apa yang sedang/akan dicerna. Atau pun sekedar bertanya, apa itu? Kenapa? Bagaimana? " Sudahlah, makan saja itu halal, dan yang itu haram ". Dogmatis. Sok tahulah aku, " Barang siapa, barang siapa !" sesedap hati. Tempo ditanya, " Darimana kau tahu? " Layaknya boca...