Postingan

Hey, tujuan akhirku

Perihal rasa yang pelik,  Rindu yang dijaga Dan asa yang tak padam.   Hai kau, tujuan akhirku dalam memantaskan diri. Apa kabar? Kau tau? Ingin rasanya aku sediakan tempat duduk disampingku,  hingga akan seksama dan lekat-lekat ku pandang wajahmu seraya bertanya, " Bagaimana hari-harimu? Pasti menyenangkan bukan? Lancarkah praktikum dan tugas-tugas studimu? Cukup beratkah pekerjaan yang sedang kau jalani? " Agar selalu dimuluskan segala urusanmu, tak henti ku lafalkan munajat untukmu padaNya.  Kau tau? Sebenarnya kita sedang dalam satu pertarungan yang sama. Namun dalam arena yang berbeda. Aku dan kau sama-sama membentengi hati sampai waktu berakhir dan kita dipersatukan. Sebagai manusia, banyak godaan yang aku lalui. Mulai dari teman-temanku dengan pasangan mereka, menonton, makan, dan pulang bersama. Sekilas aku iri, sedangkan aku harus bersabar menunggumu. Tapi kita tak perlu menjelaskan kepada mereka apa yang sedang kita p...

BIBLIOTERAPI DALAM FILM DILAN 1990

     Merujuk pada survei Perpustakaan Nasional RI dalam (tempo.co) mencatat 90 persen penduduk Indonesia yang berusia diatas 10 tahun (dapat disebut remaja keatas) lebih gemar menonton dibanding dengan membaca buku. Dapat diartikan bahwa sebagian besar orang Indonesia lebih mudah menyerap suatu informasi jika berbentuk tayangan visual. Masuk keranah biblioterapi, Hugh Crago (Peter Hunt, 2005: 180) dalam Masril, (2011) mengemukakan bahwa “ Bibliotherapy adalah salah satu dari berbagai metode untuk membantu seseorang dalam mengatasi kesulitan emosional. Bibliotherapy merupakan modalitas teraupatik (seperti juga dalam terapi seni, terapi okupasi, atau terapi dansa yang dikembangkan khusus untuk memenuhi kebutuhan pasien yang dianggap seluruhnya atau sebagian di luar jangkauan metode psikoterapi utama), namun harus realistis. Bibliotherapy ini mencakup teks bukan buku seperti bercerita dan melihat narasi visual seperti film dan gambar, termasuk studi sastra yang sudah d...