Hey, tujuan akhirku

Perihal rasa yang pelik, 
Rindu yang dijaga
Dan asa yang tak padam.  

Hai kau, tujuan akhirku dalam memantaskan diri.

Apa kabar?
Kau tau? Ingin rasanya aku sediakan tempat duduk disampingku,  hingga akan seksama dan lekat-lekat ku pandang wajahmu seraya bertanya,

"Bagaimana hari-harimu? Pasti menyenangkan bukan? Lancarkah praktikum dan tugas-tugas studimu? Cukup beratkah pekerjaan yang sedang kau jalani? "

Agar selalu dimuluskan segala urusanmu, tak henti ku lafalkan munajat untukmu padaNya. 

Kau tau? Sebenarnya kita sedang dalam satu pertarungan yang sama. Namun dalam arena yang berbeda. Aku dan kau sama-sama membentengi hati sampai waktu berakhir dan kita dipersatukan. Sebagai manusia, banyak godaan yang aku lalui. Mulai dari teman-temanku dengan pasangan mereka, menonton, makan, dan pulang bersama. Sekilas aku iri, sedangkan aku harus bersabar menunggumu. Tapi kita tak perlu menjelaskan kepada mereka apa yang sedang kita perjuangkan.

Kita sama-sama keras kepala, berjuang menunggu akhir pada yang belum bisa diperkirakan. Tapi percayakan padaNya, kita akan saling menemukan apa akhir dari ketentuanNya.  Dan kau tak perlu khawatir, seburuk apapun dirimu, tanganku selalu terbuka bebas. Kau juga mengetahui aku bukan wanita sempurna, aku pernah menyakiti orang-orang yang menyayangiku, aku pernah mengecewakan atas harapan yang besar. Meski aku pernah menjadi wanita brengsek, aku ingin kembali mengikuti yang benar dari Yang Maha Benar.

Semoga setelah kau mengetahui ini kau tidak kecewa.

Seandainya hari ini kita bertemu, aku tak membayangkan bagaimana cerewetnya aku menceritakan semua rasa. Dan besarnya hasrat keingintahuanku tentang kehidupanmu sebelumnya. Tapi ku mohon tabahkan hatimu sampai tiba hari itu. Yakinlah bahwa semesta sedang riuh dan giat mengurus pertemuan kita. 

Sekarang, kau tak perlu repot untuk menjadi kaya raya, rupawan, atau menjadi pribadi ideal untuk menjadi pasanganku. Sungguh bukan itu yang terpenting untukku. Karena cukuplah bimbing aku dengan agamamu. Itu saja.

Akhir dariku, saat kau merasa sepi, ingatlah aku. Yang mungkin saja pernah atau bahkan belum pernah kau temui. Seseorang yang keras kepala, memiliki imajinasi dan impian yang liar -- ingin menyandingimu yang entah kapan mendatangiku.


Oiya, terus semangat atas segala pencapaian mimpimu, ya!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMIKIRAN KUNO “PEREMPUAN TIDAK PERLU SEKOLAH TINGGI-TINGGI” MENGHAMBAT KESEJAHTERAAN NEGARA

Gadis Nirmala